Search

Rabu, 29 Februari 2012

BAPPENAS

Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) adalah satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan, yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat pusat dan daerah. Perwujudan dari SPPN sangat membutuhkan partisipasi dari masyarakat, begitu pula dengan partisipasi pihak akademisi agar selalu tercipta hubungan untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita pembangunan nasional.
Terkait dengan perencanaan pembangunan, pada hari Senin, 25 Januari 2012, pukul 09.00 WIB, mahasiswa Jurusan Sains Informasi Geografi (SIG-PW) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa ARDGISS Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, melakukan kunjungan ke kantor Kementerian PPN/Bappenas. Kunjungan 96 mahasiswa yang didampingi oleh dua dosen, yaitu Bapak Zuharnaen dan Bapak Joko Christanto yang diterima di Ruang SG 1-2 Bappenas, membahas tema ““Peran Ilmu Geografi dalam Perencanaan Pembangunan Nasional”. Kunjungan mahasiswa diawali dengan paparan yang disampaikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah, Bappenas, Dr. Ir. Max Hasudungan Pohan, CES, MA. Bpk. Max memaparkan tentang isu-isu pembangunan nasional terutama mengenai kesenjangan antarwilayah di Indonesia. Menurut beliau, kenyataan data di lapangan (pulau-pulau di Indonesia) membuat kita berpikir keras, mengapa Papua yang memiliki sumber daya alam yang begitu melimpah, namun perannya terhadap negara dalam hal share PDRB berada jauh di bawah kemampuan Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
Setelah Bpk. Max menyampaikan paparan, Dr. Ir. Arifin Rudiyanto, MSc selaku Direktur Pengembangan Wilayah, Bappenas, menambahkan paparan tentang peran geografi, yakni melalui fungsi data dan informasi sebagai basis perencanaan pembangunan. Tanpa data dan informasi geospasial, produk-produk perencanaan pembangunan tidak mencapai kualitas yang semestinya untuk merencanakan suatu daerah. Di samping itu, Direktur Kawasan Khusus dan Daerah Tertinggal, Ir. R. Aryawan Soetiarso Poetro, MSi juga turut memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mahasiswa peserta diskusi mengenai pengelolaan daerah perbatasan yang dianggap penting untuk diperhatikan. Kekuatan daerah perbatasan seharusnya lebih diperhatikan untuk menjaga ketahanan negara.
Kunjungan mahasiswa SIG-PW UGM yang berlangsung kurang lebih dua jam itu akhirnya menghasilkan kesimpulan bahwa untuk menjalankan perencanaan, semua pihak harus terlibat di dalamnya dan dilaksanakan secara bertahap untuk menuju Indonesia yang bermartabat, serta kunci utama yang harus digerakkan adalah masyarakat. (Pendi)


0 komentar:

Posting Komentar